Beribu Burung Manyar
www.socineer.com
Alkisah sadako seorang anak
sedang bergulat melawan maut
mencoba memintal kembali
harapan satu demi satu
dengan melipat seribu bangau kertas
hari demi hari, melipat bangau kertas
beratus bangau kertas tergantung
setiap hari bertambah, sepuluh, dua puluh
beratus bangau kertas, akankah mampu
mengejar waktu?
saat terakhir, sadako semakin lemah,
seribu bangau belum selesai
sadako memandang lemah,
enam ratus empat puluh empat bangau kertas
kurang tiga ratus lima puluh enam
kenapa aku
tidak mulai lebih awal?
akankah aku
memintal harapan?
sadako menarik nafas terakhir
beratus bangau kertas
di kamar
di langit-langit
di jendela
yusuf bilyarta mangunwijaya seorang anak manusia
bergulat menghadapi maut kemanusiaan
mencoba memintal kembali
harapan satu demi satu
dengan melipat burung-burung manyar
beribu-ribu burung manyar
beribu burung manyar terbang
menyelusuri tebing
akankah mampu
memintal harapan?
manyar-mayar terbang
mengepak, lelah memintal
mimpi tak berbentuk
terhalang mendung tak berbatas
mendung itu manusia,
mendung itu kelabu religi manusia
sang anak melipat lagi,
menggantung setiap manyar
manyar-manyar di setiap pertapaan
manyar-manyar di setiap pendopoan
akankah mampu
memintal harapan?
mendung itu adalah kemiskinan manusia,
sang anak melirik lemah, dan
digantungkan setiap manyar
manyar-manyar di setiap gubuk
manyar-manyar di pinggir jalanan
beribu burung manyar tergantung
sepanjang jalan
sepanjang kali
sepanjang codet
akankah mampu
memintal harapan?
beribu burung manyar mengepak sayap
sudah tampakkah harapan
di seberang sana?
mendung itu adalah berhala alat
sang anak kembali melipat,
ribuan burung manyar untuk
digantung disetiap perkakas teknologi
manyar-manyar di setiap sosok mesin
manyar-manyar di setiap pelosok kota
akankah mampu
memintal harapan?
dimanakah harapan itu?
ketika manyar-manyar semakin banyak
jatuh berguguran?
akankah tangan ini masih mampu
melipat
semakin banyak
manyar-manyar?
sang anak mulai marah
mendung itu manusia
manusia haus kuasa
manusia termakan ideologi
manusia memperalat manusia lain
manusia yang
membuat sistem kekuasaan dan
menyembahnya
ah.. mulut sang anak
bergumam sedih
manusia yang fasis
manusia yang mengabdi pada
negeri kekuasaan
bukan negeri manusia
beribu burung manyar
berpuluh ribu burung manyar
dilipat dan dilepas
dengan harapan.
jatuh terkapar
oleh kekuasaan
dan keserakahan,
oleh kedengkian
dan kebencian.
akankah sisa-sisa manyar
bertahan?
beribu burung manyar
terbang meratap sedih
tangan lembut yang melipat
sekarang terbujur kaku
burung-burung manyar
menangis lirih
beribu burung manyar
terbang mengelilingi samudera
menangis dan meratap
Alkisah,
rekan dan kawan sadako
berkumpul bersama
menyelesaikan seribu bangau kertas
dan mengenangnya setiap tahun
sebagai harapan tak kunjung padam
selalu ada
tangan-tangan kecil dan lembut
yang bersedia melipat kembali
bangau-bangau kertas
beribu-ribu bangau kertas
1999 - 2006
Last Revised:Jan 25, 2006
Copyright © 2006 socineer.com
Lihat: Salin Ulang & Redistribusi